Rabu, 09 Agustus 2023

OZERANIA?

Ozerania, ini adalah Minggu ke-3 belajar blogging. Materi 4C membahas tentang Analisa Persona Pembaca dan Membuat Empathy Map. Salah satu tugas yang bikin mengeyitkan dahi. Aku pikir hanya perlu memikirkan konten dan atur waktu deadline, ternyata nulis blog pun harus detail seperti ini juga.
Kalau kalian mau tahu juga, materinya seperti ini… saya spil dikit ya buat para Ozerania.

Materi Persona Reader

Materi Persona Reader adalah bagaimana kita menganalisa karakter pembaca kita: siapa, apa, kapan, mengapa, dimana, dan bagaimana. Kita harus mengetahui; who they are? what they do? and why they do it? Lebih detail lagi, blogger harus mengetahui User Profile: nama, deskripsi, usia, lokasi, okupasi, personality, interest, bahkan yang lebih gokil adalah sampai dengan informasi penghasilan si pembaca.
 

Empathy Map

Materi Empathy map ini berisi apa tujuan pembaca, motivasi pembaca, ketakutan pembaca, dan harapan pembaca. Saat membuat empathy map ini kita sebagai penulis harus bisa masuk ke dalam diri pembaca. Seolah-olah menjadi pembaca yang memahami tujuan mereka, menyelami motivasi dan ketakutan mereka, serta ikut merasakan hal yang menjadi harapan mereka. Ya, dengan empathy map ini sangat berfungsi untuk membantu kita membuat postingan yang sesuai dengan pembaca, karena kita sudah merasakan menjadi pembaca, jadi harapannya tulisannya sesuai dengan diri pembaca.
Materi 4C ini benar-benar mengajak untuk mendetailkan target pembaca kita. Tujuannya baik, yaitu agar postingan yang akan kita bagikan juga bisa tepat pada sasaran, menjawab kebutuhan, tidak melenceng.



Siapakah Ozerania?

Ozerania, Ozerania terus yang disebut. Dari awal selalu ada nama itu yang disebut. Siapa Ozerania itu? Teman-teman, izinkan saya untuk memanggil kalian, para pengunjung Ozera Project, dengan panggilan Ozerania. Kenapa disebut dengan nama itu? Kalau bisa dideskripsikan, Ozerania adalah orang-orang yang memiliki gairah untuk belajar untuk dirinya atau untuk menyebarkan kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya. Belajar untuk mencintai dunia literasi. Gairah yang sama seperti seorang pemburu harta karun.
Ozerania, nama itu baru tercetus belum lama ini, ketika akan memposting Buku Cerita Colours ke Kanal Youtube Ozera Project.
Siapakah Ozerania itu? Jujur saya kesulitan mendeskripsikan siapa mereka ini. Bisa saja ia adalah Mawar, seorang anak perempuan yang sedang belajar membaca. Atau Edelweiss, seorang ibu muda yang sedang memperkenalkan buku pada anaknya. Mungkin saja ia adalah seseorang yang tidak boleh disebut Namanya, seseorang yang sedang berburu materi bahan ajarnya di sekolah. Who knows… satu hal yang pasti, melalui blog Ozera Project kita membangun sebuah ruang untuk orang tua, guru, dan semua yang peduli pada anak-anak dapat saling berhubungan, berkolaborasi, dan mendukung satu sama lain.
Apakah kamu Ozerania?

Sungguh ini adalah teladan yang buruk. Gagal menyelesaikan tugas tepat pada waktunya. Semoga ada kasih karunia untuk tetap lanjut. 

    Rabu, 02 Agustus 2023

    FROM JEMBREK WITH BLOG


     

    Hai, Ozerania.

    FROM JEMBER JEMBREK WITH LOVE BLOG. Kalimat ini yang langsung terlontar dalam benak saya. Kenapa? Apakah ada kisah asmara yang akan saya tuliskan? Tidak. Apakah saya habis hiling ke Jember? juga bukan. Atau habis mainan air?😎

    Mengikuti kelas Blogspedia bersama Couch Marita menjadi pengalaman yang menarik buat saya. Blog yang digambarkan sebagai rumah, kembali ditata ulang. Dimulai dari batu penjurunya yang dibenahi. Dirancang ulang ruangannya. Sawang-sawang yang bergelantungan pun turut dibersihkan. Selain menata diri, the cupuers diajak untuk bermain ke rumah-rumah lainnya, Blogwalking



    Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.


    Seorang bijak mengajarkan tentang arti sebuah hubungan dengan sesama sebagai mahluk sosial dalam sebuah komunitas. Belajar berinteraksi dengan tetangga yang mungkin saja memiliki perspektif yang berbeda. Kali ini interaksi pun dibangun, salah satunya dengan Kak Novita Nurul Islami, salah satu The cupuers dari Jember, Jawa Timur. Ibu dari 2 buah hati yang berusia 6 tahun dan 2 tahun ini, baru pertama kali belajar dan membuat blog. 


    tampilan header sudutpandangnovita.blogspot.com

    Pada ruang kreasinya, ia menyambut pembacanya dengan hangat sebagai sahabat kreasi. Di tengah kesibukannya sebagai seorang ibu yang bekerja, tidak membatasinya untuk menulis blog. Seorang rekan dosen yang sudah sepuh menjadi panutannya, membuatnya membulatkan tekad menjadi seorang blogger.   

    Hal yang menarik lainnya, pada postingan pertama Kak Novita, ia menuliskan Tips Bijak Dalam Mengelola Waktu. Penghuni kota penghasil kopi dan coklat ini, menuliskannya dengan jelas. Sehingga para sahabat kreasi dapat mempraktekkannya. Kira-kira apa saja ya tips-tipsnya? yuk, Ozerania simak...


    Berikut tips yang dapat Ozerania lakukan untuk mengelola waktu agar efektif:

    a. Buatlah to-do list

    Kak Novita menuliskan bahwa untuk menghindari kondisi bingung akan mengerjakan apa saja dalam satu hari atau menghindari lupa. Maka pada malam hari kita perlu membuat to-do list yang berisi daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan esok hari. Alokasikan waktu khusus untuk menulis blog.
    Kak Novita menuliskan bahwa memang to do list yang kita buat tidak selalu akan terselesaikan dengan baik setiap harinya, namun paling tidak dengan kita membuat rencana kegiatan harian kita memiliki acuan apa saja yang akan kita kerjakan dihari tersebut. Sehingga, lebih mudah untuk kita menjalankan kegiatan dan menyelesaikan tugas setiap harinya.

    b. Selesaikan Pekerjaan Sesuai Prioritas dan Jangan Menunda

    Setelah menyusun to do list, menurut Kak Novita, Ozerania perlu membuat skala prioritas pekerjaan mana dulu yang akan kita kerjakan seperti Matriks Eisenhower atau Matriks Penting dengan kategori tugas penting-mendesak, tugas penting-tidak mendesak, tugas tidak penting-mendesak, dan tugas tidak penting-tidak mendesak.

    Dengan Menyusun tugas berdasarkan prioritas akan lebih memudahkan kita mendahulukan tugas penting dan membantu kita untuk mengalokasikan waktu dan energi secara tepat, sehingga hasilnya lebih maksimal. Ketika kita sudah menyusun skala prioritas dengan baik, segera kerjakan jangan menunda.

    c. Tetapkan Batas Waktu untuk Menyelesaikan Setiap Tugas

    Menetapkan batas waktu dalam tiap penyelesaian tugas sangat penting untuk kita belajar lebih disiplin dan fokus dalam menyelesaikan pekerjaan, itulah yang dituliskan oleh Kak Novita.

    d. Ambilah Jeda untuk Waktu Istirahat

    Ketika otak dan tubuh kita, kita paksa untuk terus bekerja maka kita akan kelelahan. Untuk menghindari kondisi tersebut penting untuk kita mengambil jeda waktu untuk kita istirahat beberapa saat. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan fokus dan semangat kita dalam menyelesaikan pekerjaan.

    e. Hindari Multitasking

    Ketika Ozerania mengerjakan suatu pekerjaan, hendaknya untuk fokus menyelesaikan pekerjaan satu persatu. Jangan mencoba menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu bersamaan. Berganti-ganti pekerjaan dengan tujuan agar semua pekerjaan dapat selesai secara bersamaan, akan membuat pekerjaan kita tidak selesai. Hal ini disebabkan produktivitas otak kita akan menurun jika dipaksa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu bersamaan.

    f. Batasi Distraksi

    Nah.. hal terakhir yang tak kalah penting adalah ketika bekerja, ayo jauhkan hal-hal yang dapat membuat konsentrasi kerja kita buyar. Misalkan notifikasi Handphone, email dan lain sebagainya. Jauhkan sementara hal yang dapat mendistraksi kita tersebut dalam bekerja, misalnya dengan cara mematikan notifikasi atau menjauhkan telepon selular ketika kita bekerja.

    Mungkin saat ini niche yang dipakainya masih gado-gado, tapi saya yakin Kak Novita dapat dengan cepat memutuskan tema apa yang akan ia pakai sebagai fokus utamanya. Sudut pandangnya akan sebuah ide, karya tulisnya akan mengalir menjadi manfaat bagi sahabat kreasinya. 


    Menulislah, Maka Kau akan Abadi

    Ada satu ungkapan lama yang membuat saya tertarik untuk menulis. Manusia akan pergi meninggalkan dunia pada waktu-Nya, sebuah karya tulis akan abadi sampai kesudahan zaman.

    Kamis, 27 Juli 2023

    READ ALOUD TIME! : COLOURS




    Hai, Ozerania, Om Kiki dan Tante Ei mau ajak kalian membaca nyaring sambil belajar bahasa Inggris bareng. Buku Apa?

    COLOURS (WARNA-WARNI)

    Oleh : Priyanka Goawami
    Illustrator : Ajanta Guhathakurta
    Penerjemah : Room to Read (Bahasa Inggris) Om Kiki (Bahasa Indonesia, untuk kepentingan project ini)
    Penerbit : Room to Read
    kalian bisa membaca kembali COLOURS di https://literacycloud.org/stories/3938-colours/ 

    Penulis menceritakan Seekor beruang putih sangat menyukai warna, dan setiap saat selalu menyukai warna-warna baru. Mengajak pembaca untuk mengikuti petualangannya menemukan dunia pelangi.
    Buku Cerita yang diterbitkan oleh Room to Read ini berasal dari India. sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing, dan baru saja saya sadari ternyata sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sebelumnya, ketika saya menyiapkan materi pembuatan video ini beberapa minggu yang lalu, belum diposting yang mengunakan Bahasa Indonesia. Colours merupakan Project Video Read Aloud yang ke-36, dan pertama kali dibacakan dengan dwibahasa oleh Ozera Project.
    Pengalaman yang menarik adalah ketika merangkai kata saat menerjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Seorang sahabat sempat berkomentar, Kenapa nama warna pink disebutkan berbeda.
    Saya lebih memilih kata "Merah Dadu" alih-alih memakai kata  "Merah Jambu" yang sudah biasa terdengar.

    Adik-adik, bisa menyaksikan Video Read Aloud Time! lainnya di https://www.youtube.com/@MrKikilie

    I love reading books to Kids and want to make stories come alive for you, kids! 
    #beginner #funny #fun #purple #yellow #green #blue #red #polarbear #bear #colour #colours
    #literasisejakdini #belajarbahasaindonesia #bahasaindonesiakeren #pelajarankata #pelajaranbahasa



    Rabu, 19 Juli 2023

    THE BIG WHY?



    Buat apa ngeblog? Pertanyaan itu kembali menggelitik pikiranku. Ketika menyiapkan tulisan ini, tiba-tiba ada rasa ingin tahu, kapan yah pertama kali bikin blog? Segera aku buka blogku yang sudah lama tak terurus. What! dari tahun 2014!
    Ya, Sekitar tahun 2014 terbesit keinginan punya blog untuk memposting cerita-cerita anak yang saya tulis kala itu. Saat itu, diputuskan membuat blog menggunakan blogspot. Dengan keterbatasan pengetahuan dan skill, sekedar coba-coba, lahirlah ozeraproject.blogspot.com dan Agustus 2014 postingan perdana pun diunggah.
    Apakah blognya hidup dan terurus dengan baik? Nggak. Sempat Juni 2019 kembali posting sebuah cerita rakyat yang saya ceritakan kembali, dan setelah itu ozeraproject.blogspot.com pun kembali mati suri. Pernah sesekali buka hanya untuk memastikan masih bisa mengaksesnya atau sekedar otak-atik template. Diotak-atik yang ada bikin tambah bingung kenapa tampilannya seperti makin nggak karuan.... Wkwk....
    Saya sadar kalau saya butuh orang lain dalam hal ini. Butuh mentor untuk mengarahkan saya. Ketika kepala sekolah meminta untuk membuat blog sekolah, asli nggak ngerti harus mulai dari mana. Sampai akhirnya ada kesempatan untuk belajar blog di @blogspedia bersama coach @maritaningtyas & @bundalillah.
    Materi pertama pun dibagikan, ADAB NGEBLOG.
    Hal pertama dan mendasar yang dibagikan adalah Why Blogging? Kenapa harus blog? Kenapa blog yang saya bikin nggak berkembang? Selama ini ozeraproject.blogspot.com mati suri dan waktu yang saya kambing hitamkan. Selama ini saya beralasan waktu saya nggak cukup untuk ngeblog, nggak cukup buat nulis cerita. Saya salah. Ternyata bukan itu masalah terbesarnya. Selama ini saya nggak menemukan BIG WHY-nya. Kenapa harus ngeblog? Asalkan saya menemukan dan memegang the BIG WHY, maka perkara waktu pun perlu diatur.
    Menurut Mbak Marita Ningtyas, seenggaknya ada 7 alasan ngeblog ia tuliskan di https://www.maritaningtyas.com/2020/09/alasan-menulis-blog.html, di antaranya adalah karena hobi, senang bercerita, mengikat ilmu, menebar manfaat, self healing, menciptakan dan mencatat sejarah, dan yang terakhir adalah warisan untuk anak cucu. Dari 7 hal di atas, ada beberapa hal yang sepertinya cocok dengan diri saya. Apa saja?

    1. Hobi

    Sejak bekerja dalam dunia Pendidikan usia dini. Lahir sebuah hobi baru yaitu membuat cerita untuk anak-anak. Dimulai dari membuat cerita secara lisan sampai menulis cerita pendek pun dilakoni.
    Setelah mengetahui tema dan sasarannya, ada kalanya tidak butuh waktu lama muncul inspirasi. Berbekal gambar dari internet, menggunakan power point dan animasi sederhana, cerita pun tersampaikan. Waktu pun berlalu dan ada dorongan untuk menuliskannya dalam sebuah cerita pendek. Belajar di beberapa group facebook pun aku lakukan.
    Selama pandemik kemarin, ada hal lain yang jadi kesenanganku. Membuat video literasi membaca nyaring. Maka dari itu, ada harapan melalui blog aku bisa menuliskan ceritaku dan membagikan video singkat yang aku buat.

    2. Menebar manfaat

    Aku berharap apa yang aku tulis, apa yang aku unggah dapat membawa manfaat buat anak-anak Indonesia. Ada potensi yang besar untuk menjadi berkat bagi banyak orang melalui blog yang aku kelola. Dalam Blog ini kita bisa membaca Buku Cerita Anak seperti https://ozeraproject.blogspot.com/2014/08/ken-si-tupai.html, memperkenalkan cerita rakyat yang diceritakan kembali olehku https://ozeraproject.blogspot.com/2019/06/dohong-dan-tingang.html, dan melihat Video Book Read Aloud Time! seperti https://ozeraproject.blogspot.com/2023/07/blog-post.html. Dan akan masih ada lagi hal baik yang akan dibagikan untuk anak-anak.

    3. Warisan untuk anak cucu.

    Saya diingatkan kembali, kenapa saya pakai nama Ozera Project pada blog dan kanal Youtube yang saya kelola? Ozera dalam Bahasa Kristiani memiliki arti harta karun, sesuatu yang berharga. Harapan saya melalui Ozera Project ini dapat mewarisi sebuah Hasrat untuk menghargai kebijaksanaan dan pendidikan di atas segalanya.

    Untuk saat ini 3 alasan ini cukup untuk aku melangkah dalam belantara perbloggingan. Mungkin seiringnya waktu akan bertumbuh makin besar dan kuat ketika telah menghidupinya. Blogging saat ini kegiatan sampingan di luar pekerjaan utama saya, dan untuk menyeimbangkannya paling tidak ada 3 hal yang perlu saya perhatikan. Ozerania, mau tahu? Inilah diantaranya.... 

    1. Mengatur Waktu

    Seperti yang saya ungkapkan di atas, asalkan saya menemukan dan memegang the BIG WHY, maka perkara waktu pun perlu diatur.
    Beraktivitas di dunia maya, blogging pastinya akan banyak memakan waktu. Maka perlu diperhatikan juga, bahwa setiap kita juga memiliki tanggung jawab lain yang butuh perhatian kita. Serius mau ngeblog? Kalau serius diluangkan, bikin jadwal tersendiri, minimal 1 jam. Jangan mengambing hitamkan waktu dan aktivitas lainnya.

    2. Manajemen Diri

    Kesehatan itu penting, Gaes! Memang sesuatu yang mengasyikan ketika riset sebuah materi, belajar ini dan itu, ngeblog di waktu yang sudah ditentukan, tapi jangan sampai kita mengabaikan hal lain yang tak kalah penting, seperti masalah kesehatan. Terlebih jika kita memilih menulis dilakukan pada malam hari, pastikan kita dapat menyeimbangkan istirahat dan pola hidup.
    Menulis di depan monitor dalam jangka waktu yang lama dapat membuat kita mengalami dehidrasi, siapkan air putih dan juga makanan sehat untuk menemani aktivitas blogging kita.

    3. Ingat Untuk Bahagia

    Bahagia ketika kita bisa melakukan apa yang kita suka. Tapi terlarut dengan hobi tanpa memikirkan hak orang lain adalah sikap egois. Diri sendiri bahagia memang penting, namun berbagi kebahagiaan dengan orang di terdekat kita itu pun sama pentingnya. Maka, perhatikan siapa yang ada di rumah kita, mereka pun adalah sumber kebahagiaan yang tak boleh kita abaikan.
    Materi perdana sudah diterima dan ada 3 tugas yang harus ditunaikan. Sungguh pengalaman yang seru dan menarik. Kepala puyeng? Yes!🤭Puyeng karena banyak hal baru berusaha masuk dalam benakku.
    #BlogspediaCoaching4_Task1

    Saksikan Video Read Aloud Time! lainnya di https://www.youtube.com/@MrKikilie




    Sabtu, 29 Juni 2019

    DOHONG DAN TINGANG

    Cerita Rakyat Dohong dan Tingang ini saya tulis kembali pada akhir tahun 2014 untuk kepentingan proyek bersama di Group Forum Penulis Bacaan Anak. setelah disunting oleh Mbak Veronica Widyastuti dan diterjemahkan dalam bahasa inggris oleh Kak Ratih Soe, Cerita Rakyat Dohong dan Tingang akhirnya dipublikasikan melalui indonesianfolktales.com.


    DOHONG DAN TINGANG

    (Cerita Rakyat Kalimantan Tengah)
    Diceritakan kembali oleh Kiki Lie



    “Hi hi hi!” Suara tawa nenek sihir terdengar menyeramkan. Nenek buruk rupa itu baru saja turun seorang diri dari bukit batu tempatnya balampah. Bukit batu itu berbentuk aneh, batu-batunya seperti disusun dengan rapi.
    Mendengar suara tawa yang menyeramkan itu, Puteri Intan ketakutan. Jantungnya berdetak kencang. Sambil berjalan mundur, ia mengelus dada. Tak berani ia mengarahkan pandangan ke arah nenek sihir.
    “Gadis cantik, siapa namamu? Kenapa kamu ada di tengah hutan ini?” tanya si nenek sihir. Dengan ujung tongkat, ia mengangkat dagu Puteri Intan agar dapat melihat wajahnya.
    “Aku Puteri Intan. Ayahandaku, Raja Kalang, telah mengusirku dari istana,” jawab Puteri Intan dengan suara bergetar.
    “Emmm, kebetulan sekali aku bertemu dengan gadis yang terbuang. Aku akan menyihirmu menjadi seekor binatang dengan ilmu yang baru kuperoleh, hi hi hi!” tawa nenek sihir.
    “Ampun, Nek! Jangan sihir aku!” pinta Puteri Intan mengiba.
    Berkali-kali Puteri Intan mengiba, namun nenek sihir itu tidak menghiraukannya. Nenek itu kemudian membaca mantra sambil mengacung-acungkan tongkat. Tak pelak lagi, Puteri Intan terkena sihir. Pusaran asap hijau mengangkat tubuh Puteri Intan, lalu merubahnya menjadi seekor burung tingang.
    Wkwkwk! Burung tingang berkicau merdu. Tingang jelmaan Puteri Intan memiliki warna bulu biru. Paruhnya berwarna merah, sangat besar dan melengkung bercula.
    “Menurut wangsit saat aku balampah, sihir di tubuhmu akan hilang jika kamu bertemu dengan pemuda yang bisa membawamu kembali ke istana,” ucap nenek sihir.
    Usai menyihir Puteri Intan, nenek itu tiba-tiba menghilang. Burung tingang terbang ke sana kemari sambil berkicau. Sejak itu, burung tingang hidup di tengah hutan tersebut. Ia terbang dari satu pohon ke pohon lainnya mencari makanan.
    Pada suatu hari dari kejauhan nampak burung tingang jantan mengeluarkan suara yang parau lantang. Burung dengan ukuran tubuh yang sangat besar itu berusaha menarik perhatian burung tingang jelmaan Puteri Intan.
    “Ya, Hatalla. Apakah dosaku? Belum cukupkah cobaan yang Kau izinkan terjadi?” batin Puteri Intan. Dalam wujud burung tingang, Puteri Intan selalu berharap kepada Tuhan agar dapat kembali menjadi manusia dan berkumpul kembali dengan orangtuanya.
    Agar dapat menghindari burung tingang jantan itu, Puteri Intan terbang mencari makanan di sebuah pohon beringin yang berbuah lebat. Selesai makan, betapa terkejutnya ketika ia akan meninggalkan pohon itu. Kakinya terikat oleh perangkap sehingga tidak dapat bergerak. Segala cara ia coba. Ia mematuki perangkap itu dengan paruh merahnya yang sangat besar. Meskipun sudah meronta-ronta dengan sekuat tenaga, Puteri Intan tetap tidak dapat melepaskan diri dari perangkap.
    Tak lama kemudian, Puteri Intan mendengar langkah seseorang yang mendekat. Ia pun berkicau merdu sambil meronta-ronta untuk menarik perhatian.
    Langkah itu ternyata milik seorang pemuda tampan bernama Dohong. Ia bermaksud memeriksa perangkap yang dipasangnya kemarin.
    Pemuda itu sangat gembira saat melihat seekor burung tingang meronta-ronta terkena perangkapnya. Tanpa berpikir panjang, ia segera naik pohon untuk mengambil burung tangkapannya. Lalu, ia memasang kembali perangkapnya.
    “Wah, cantik sekali burung ini! Kicauannya pun sangat merdu. Baru kali ini aku memperoleh burung secantik ini,” ucap Dohong dengan kagum.
    Dengan perasaan senang, Dohong membawa pulang burung itu untuk dipelihara. Ia pun memasukkannya ke dalam sangkar rotan. Ia merawat burung tingang itu dengan sangat teliti.
    Keesokan harinya Dohong kembali ke tengah hutan. Namun, tak seekor pun burung yang diperolehnya. Menjelang siang ia memutuskan untuk pulang.
    Betapa terkejutnya ketika Dohong sampai di pondoknya. Ia melihat makanan lezat telah tersaji dan siap untuk disantap. Ia segera makan dengan lahap, tanpa memikirkan siapa yang telah menyiapkan makanan tersebut.
    Kejadian aneh tersebut terulang hingga tiga hari berturut-turut. Dohong mulai penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya yang melakukan semua itu.
    Pada hari berikutnya, pemuda tampan itu berpura-pura hendak memeriksa perangkapnya. Sebelum hari menjelang siang, ia masuk pondok dengan langkah hati-hati. Alangkah terkejutnya ketika ia melihat pusaran asap hijau keluar dari sangkar burungnya. Seorang gadis cantik keluar dari asap itu. Ia terpana melihat kecantikan gadis itu. Ia pun menghampirinya.
    “Hai, gadis cantik! Kamu siapa dan dari mana asalmu?” tanya Dohong.
    “Ampun, Tuan! Aku adalah Puteri Intan dari Kerajaan Kalang. Nasib buruk telah menimpaku. Ayahandaku mengusirku dari istana. Setelah itu, seorang nenek menyihirku menjadi burung tingang saat aku berada di tengah hutan,” jelas Puteri Intan.
    “Maaf, Tuan Puteri! Mengapa Tuan Puteri diusir dari istana?” tanya Dohong sambil menunduk memberi hormat.
    Puteri Intan menceritakan semua peristiwa yang dialaminya. Setelah itu, ia meminta kepada Dohong agar mengantarnya kembali ke istana. Jika Dohong memenuhi permintaannya, maka sihir nenek itu akan hilang dengan sendirinya.
    “Baiklah, Tuan Puteri! Saya bersedia mengantar Tuan Puteri ke istana,” ujar Dohong.
    Keesokan harinya, mereka berangkat ke istana. Selama dalam perjalanan, Puteri Intan tidak pernah lagi berubah wujud menjadi burung tingang. Pengaruh sihir nenek itu telah hilang.
    Sesampainya di istana, Dohong dan Puteri Intan menghadap Raja Kalang. Dohong menceritakan semua yang dialami Puteri Intan kepada Raja Kalang dan permaisuri. Akhirnya, Raja Kalang pun mengerti bahwa puterinya difitnah oleh seorang dayang istana.
    “Maafkan Ayahanda, Puteriku! Ayah telah membuatmu menderita,” ucap Raja Kalang.
    Raja Kalang pun menghukum dayang yang telah memfitnah puterinya. Dayang itu dipenjara. Sedangkan Dohong dan Puteri Intan akhirnya menikah dan dinobatkan menjadi pewaris tahta Kerajaan Kalang. Mereka pun hidup berbahagia.

    Catatan Kaki
    Balampah : semedi, bertapa.
    Hatalla : Tuhan.

    Sabtu, 02 Agustus 2014

    KEN SI TUPAI



    Oleh Kiki Lie

    Malam telah tiba. Semua binatang penghuni desa Sabio mulai beristirahat di rumah masing-masing kecuali Ken si tupai. Di salah satu ruang dalam liang bawah tanah, dia masih asyik bermain peran. Kali ini Ken bermain peran sebagai tentara. Dia merayap dengan membawa senapannya ditengah ruang tamu remang-remang.
    Prang.... terdengar bunyi barang terjatuh ke lantai. Rupanya tanpa sengaja Ken menabrak vas bunga di ruang tamu.
    “Aduuuhhh…. Gawat! Musuh bisa tahu kita menyerang markas mereka. Ayo kabur!” Ken memberi perintah pada pasukan imajinasinya.
    Suara gaduh itu membuat Kak Nikky terlompat kaget bangun dari tidur.
    “Ken, apa itu yang jatuh?” tanya Kak Nikky sambil keluar dari kamar. “Ken!! Kak Nikky kan sudah bilang sekarang waktunya tidur.
    “Lagi seru nih, Kak,” Ken berdalih.
    “Ayo, sekarang bereskan dulu pecahan vas bunganya, lalu tidur,” kata Kak Nikky dengan nada kesal.
    “Tidak mau. Kak Nikky saja yang bereskan,” ujar Ken meninggalkan Kak Nikky begitu saja. Pergi menyusuri liang bawah tanah menuju kamarnya.
    “Ken.... Ken....” Kak Nikky berusaha memanggil, tapi Ken tidak menghiraukannya. “Emmm....” Kak Nikky menghela napas sambil membereskan pecahan vas bunga itu.
    Keesokan harinya, Kak Nikky bersiap-siap hendak ke kebun kacang. Sebelum berangkat, ia mencari Ken di kamarnya.
    “Ken di mana ya?” tanya Kak Nikky di dalam hati. “Emm.... kamarnya berantakan sekali.”
    Dilihatnya selimut tidak dilipat kembali. Mainan berserakan di atas lantai. Buku-buku cerita berserakan di sana-sini tidak disimpan dalam keranjangnya, dan tempat sampah penuh. Padahal setiap hari Kak Nikky selalu mengingatkan Ken agar membereskan kamarnya. Ia berharap Ken meniru apa yang biasa dilakukannya. Tapi nasihat itu tak pernah dipedulikan oleh Ken. Tampak Ken datang dari kamar mandi.
    “Ken, kamarmu berantakan sekali. Tolong dirapihkan ya,” ucap Kak Nikky. “Kakak pergi dulu sebentar ke kebun kacang,”
    “Tidak mau,” kata Ken sambil mengeluh.
    Kak Nikky menghela napas, meninggalkan Ken yang bermalas-malasan di kamar.
    “Huh.... bosan. Lebih baik main keluar saja deh. Tapi....” Ken tampak ragu untuk keluar dari liang bawah tanah. Ken belum hapal dengan jalur keluar liang mereka yang baru. Ayah Ken menggali terowongan panjang. Terowongan itu menghubungkan ruang satu dengan ruang lain. Ken khawatir tersesat.  
    “Peta buatan Kak Nikky ada dimana ya?” keluh Ken.
    Akhirnya Ken tidak mau pusing. Ia yakin bisa keluar liang tanpa peta.
    Ken tergesa-gesa menyusuri terowongan. Rasanya tidak sabar ingin segera bermain di luar sana dan menikmati kehangatan sinar matahari.
    Pemandangan di dalam terowongan sama. Hanya tanah berbatu dan gelap. Karena itu tanpa sadar Ken melewatkan persimpangan ke arah keluar liang.
    “Emm…. ini di mana ya? Sepertinya aku tersesat.” Ken takut. Dia juga tak bisa kembali ke kamarnya. Ia mulai menangis, menyesal tidak membawa peta. Tapi menangis terus tak ada gunanya. Tak ada yang mendengar. Maka diingat-ingatnya jalan yang dia lalui tadi.
    “Oiya…. kayaknya aku melewati persimpangan tadi. Mungkin itu jalan keluarnya,” pikir Ken. Tangisannya pun reda.
    Perlahan dia berjalan mencari persimpangan yang dilewatinya tadi. Kini dihadapannya terdapat sebuah persimpangan. Ia masih ragu. Tidak ada sedikitpun tanda ataupun bau yang ditinggalkan Kak Nikky dapat dia temukan.  Dia ingat pesan Ayah agar liang tetap bersih demi keselamatan mereka dari incaran anjing hutan. Dicobanya menyusuri jalan yang satunya.
    Di depan pintu keluar, Ken melihat Kak Nikky yang baru saja pulang dari kebun kacang. Kak Nikky sedang menggosokkan kakinya pada rumput dan membersihkan setiap kotoran di pintu masuk, sehingga ia tidak membawa lumpur ke dalam liang. Lalu Ken memeluk Kak Nikky.
    “Ken, kamu habis nangis? Kenapa?” Kak Nikky bertanya.
    “Kak, tadi Ken sempat tersesat di dalam sana,” Ken mengeluh manja.
    “Kamu tidak membawa peta?” tanya Kak Nikky.
    “Aku lupa di mana menyimpannya, Kak,” Ken mengakui.
    Kak Nikky tersenyum. Mungkin setelah kejadian ini, Ken akan lebih tertib. Ia pun menemani Ken bermain di taman desa. Mereka bermain dengan gembira.

    ---o0O0o---

    THE FACT!
    Bagi tupai, ketertiban adalah persoalan hidup dan mati. Pada pintu masuk liangnya, tupai tidak pernah meninggalkan kotoran. Bila ada kotoran, anjing hutan akan mudah akan menemukan tempat persembunyian si tupai. si anjing hutan akan menunggu untuk menyerang bila nanti tupai itu meninggalkan liang! Dengan menjaga pintu masuknya tetap bersih, tupai memiliki liang yang tersembunyi dan terlindung dari bahaya.
    Ketertiban bukan hanya melindungi kehidupan tupai, namun juga memungkinkan liangnya tetap bersih dan rapi. Tupai menggosokkan kakinya pada rumput sebelum memasuki liang dan membersihkan setiap kotoran di pintu masuk, sehingga ia tidak membawa lumpur ke dalam liangnya.
    Tupai menggali liang di bawah tanah dengan terowongan menghubungkan ruang demi ruang. Meskipun tupai berlari cepat melalui terowongan itu, badannya tidak kotor. Ia membuat terowongan itu cukup lebar, sehingga bulu-bulu tubuhnya tetap bersih saat melewati terowongan itu. Semakin besar tupai itu, semakin besar pula ia membuat terowongan, sehingga liangnya tetap bersih dan rapi.
    Tupai membuat berbagai kamar sesuai dengan kedalaman tanah. Ada ruang tidur, ruang penyimpanan, dan bahkan ruang perawatan anak. Di liangnya, tupai mempunyai tempat untuk segala sesuatu, dan selalu menjaga setiap hal tetap pada tempatnya. Ia membawa helai-helai rumput dan dedaunan yang tepat agar kasurnya tidak terlalu basah atau terlalu kering. Namun, tupai tidak akan menyimpan makanan di kamar tidurnya, atau meninggalkan remah-remah di kasurnya! Ia tidak akan seceroboh itu.
    Tupai juga punya dapur. Namun, ia tidak akan membawa rumput ke dapur! Ia membawa biji-bijian, kacang-kacangan, buah beri, jagung dan gandum serta menyimpannya di tempat khusus, seperti lemari dapur. Tupai tidak mencampur-adukkan makanannya, namun menyimpannya secara terpisah dan teratur.
    Tupai juga mempunyai kamar mandi. Bila kotorannya sudah menumpuk, tupai mengeluarkannya dan membuangnya jauh-jauh, agar liangnya tidak berbau. Ini sangat penting, karena kalau anjing hutan mencium bau kotoran si tupai, ia akan menemukan liang tupai itu. Tupai menjaga kamar mandinya tetap bersih karena ia tidak ingin ketika meninggalkan liang suatu hari ternyata masuk ke mulut anjing hutan atau kucing hutan yang kelaparan!
    Setiap kali meninggalkan liang untuk mencari makanan, tupai terancam bahaya dimakan elang, anjing hutan atau pemangsa lainnya. Karena itulah tupai membawa sebanyak mungkin makanan dalam mulutnya. Tupai mengaturnya serapi mungkin dalam mulutnya, sehingga ia dapat membawa sekaligus sampai 31 biji jagung atau 32 kacang beech atau 65 biji bunga matahari atau 145 biji gandum! semakin banyak makanan yang dapat dibawanya, semakin jarang ia harus melakukan perjalanan berbahaya. Bagi tupai, ketertiban benar-benar perkara hidup dan mati.
    Sumber : Character First! Seri Pendidikan 1, Buku 6.